custompaperswriting.com – Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, memastikan bahwa stok beras nasional tetap dalam kondisi baik dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI yang berlangsung di Jakarta, Rabu lalu.
Amran menjelaskan, dari total cadangan beras nasional sekitar 5,3 juta ton, hanya 3.619 ton yang mengalami kerusakan. Sisa stok lainnya terjaga kualitasnya berkat pengawasan dan penanganan yang dilakukan pemerintah. Menanggapi perhatian Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, yang mengungkapkan perlunya mempercepat perputaran stok beras terutama yang telah disimpan lebih dari satu tahun, Amran menekankan pentingnya keterbukaan mengenai kondisi stok beras.
Dari data yang dipaparkan Perum Bulog, stok beras nasional saat ini tercatat mencapai 5.305.594 ton, dengan 93.488 ton berada dalam kategori beras turun mutu, yang masih bisa diperbaiki. Amran menegaskan bahwa tidak ada beras kategori B yang harus dibuang, sedangkan kerusakan akibat bencana seperti di Aceh sebesar 3.619 ton.
Ia juga menambahkan, sebagian kecil beras yang tidak dapat diperbaiki bisa dimanfaatkan sebagai tepung beras, menjaga nilai ekonominya. Meskipun jumlah beras yang kurang baik ditemukan dalam kunjungan lapangan, pemerintah cepat mengambil tindakan korektif. Amran optimis bahwa keberhasilan dalam meningkatkan produksi beras menunjukkan kemajuan signifikan dalam ketahanan pangan nasional, meskipun ada tantangan kualitas pada sebagian kecil stok.