custompaperswriting.com – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya transparansi informasi untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan inklusif. Dalam keterangan resminya di Jakarta, Yassierli mengungkapkan bahwa isu ketenagakerjaan saat ini mengalami dinamika yang tinggi, seiring adanya tantangan struktural yang kompleks.
Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, angkatan kerja Indonesia mencapai 153 juta orang, dengan sekitar 3,5 juta pencari kerja baru setiap tahun. Hal ini menuntut respons yang cepat dan berbasis data untuk menghadapi perubahan yang ada. Untuk itu, Kemenaker memperkenalkan sistem informasi ketenagakerjaan, yaitu Market Information System, yang menjadi penghubung antara pencari kerja dan kesempatan kerja yang tersedia.
Yassierli menjelaskan bahwa metode konvensional, seperti job fair, kini dianggap kurang relevan. Oleh karena itu, Kemenaker bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik untuk meningkatkan frekuensi Survei Angkatan Kerja Nasional guna memperoleh data ketenagakerjaan yang akurat dan terkini. Langkah lain yang diambil adalah transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi Talent and Innovation Hub, yang berfungsi sebagai pusat layanan pelatihan dan informasi.
Berbagai layanan digital juga dibenahi, meliputi laman PPID dan aplikasi SIAPkerja, yang telah mencatat lebih dari 5,7 juta pengguna terdaftar. Sistem Satu Data Kemnaker memastikan data ketenagakerjaan dapat diakses secara langsung dan valid. Selain itu, platform Lapor Menaker diluncurkan untuk meningkatkan transparansi dalam pengawasan ketenagakerjaan dan keselamatan kerja.
Dengan langkah-langkah ini, Kemnaker berharap dapat meningkatkan akses informasi ketenagakerjaan bagi masyarakat dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.