custompaperswriting.com – Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melaporkan bahwa hingga Oktober 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai lebih dari Rp214 triliun. Pembiayaan tersebut telah diberikan kepada sekitar 3,6 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, saat acara pembukaan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, pada Senin.
Riza mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya, tahun ini, lebih dari 60 persen penyaluran KUR telah masuk ke sektor produksi. Peningkatan ini menandakan adanya perbaikan dalam pengelolaan usaha mikro, yang bergerak menuju lebih produktif dan efisien. Pergeseran fokus pembiayaan dari sektor perdagangan ke produksi juga menunjukkan bahwa UMKM semakin meningkat dalam manajemen dan kemampuannya untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Secara spesifik, Riza melaporkan bahwa di Daerah Istimewa Yogyakarta, penyaluran KUR telah mencapai hampir Rp4 triliun yang tersebar kepada lebih dari 72 ribu pelaku UMKM. Capaian tersebut menjadi bukti peran penting lembaga keuangan dan pendamping daerah dalam memperluas akses pembiayaan yang lebih produktif.
Selain itu, perkembangan signifikan juga terlihat dalam legalisasi usaha mikro di Indonesia. Dengan pencapaian penyaluran KUR dan peningkatan manajemen UMKM, harapannya adalah penciptaan lapangan pekerjaan di sektor ini semakin berkualitas dan berdaya saing di pasar.