custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat pagi, turun sebesar 119,01 poin atau 1,46 persen, mencapai posisi 8.005,75. Penurunan ini seiring dengan melemahnya bursa saham di kawasan Asia dan global, yang turut mempengaruhi sentimen investasi di Indonesia.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, IHSG berpotensi menguji level 8.000, dengan perhatian khusus pada adanya “gap down” di level 7.855 yang mungkin perlu ditutup. Meskipun ada potensi koreksi lanjut, apabila IHSG masih mampu ditutup di atas 8.000, peluang untuk rebound tetap terbuka.
Dari sisi internasional, sentimen positif datang dari Wall Street, di mana kinerja keuangan sektor perbankan lebih baik dari perkiraan dan ada harapan untuk penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Gubernur The Fed, Stephen Miran, mengungkapkan kebutuhan untuk mempercepat penurunan suku bunga, mengingat ketegangan perdagangan antara AS dan China yang terus berlanjut.
Di tengah ketidakpastian ini, terdapat kekhawatiran mengenai negosiasi perdagangan dan shutdown pemerintah AS yang berpotensi membebani sentimen pasar. Namun, antusiasme di awal periode laporan keuangan tetap ada, meski diimbangi dengan kecemasan yang muncul.
Secara keseluruhan, di kawasan Asia, indeks-indeks saham juga mengalami penurunan, di mana indeks Nikkei Jepang melemah 496,74 poin (1,03 persen) dan indeks Shanghai turun 30,03 poin (0,77 persen). Sementara itu, bursa Eropa menunjukkan penguatan, mengindikasikan adanya perbedaan di antara pasar global. Penutupan bursa saham AS pada hari sebelumnya menunjukkan penurunan, di mana indeks S&P 500 serta indeks Nasdaq dan Dow Jones juga mengalami kelemahan.