custompaperswriting.com – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjadi akibat tindakan defensif dari para investor yang menantikan pengumuman Annual Market Classification Review dari MSCI pada Rabu, 24 Juni. Pada perdagangan sesi I hari Senin, 22 Juni, IHSG mengalami penurunan sebesar 77,21 poin atau 1,25 persen, ditutup di posisi 6.009,93 setelah sebelumnya dibuka menguat 39,91 poin.
Elandry Pratama, seorang pengamat pasar modal, menjelaskan bahwa penurunan IHSG didorong oleh faktor eksternal dan sikap pasar yang mulai defensif menjelang pengumuman tersebut. Menurutnya, menjelang klasifikasi pasar oleh MSCI, pasar cenderung berada dalam fase ‘wait and see’ dengan volatilitas yang meningkat. Investor institusi sering kali melakukan penyesuaian portofolio lebih awal, yang mengakibatkan likuiditas di beberapa saham menjadi tipis.
Elandry menekankan bahwa kondisi ini membuat IHSG menjadi sensitif terhadap arus dana jangka pendek. Ia memproyeksikan IHSG masih kemungkinan besar akan bergerak dalam pola konsolidasi dengan volatilitas tinggi hingga ada kepastian dari pengumuman MSCI. Jika hasil review MSCI tidak jauh dari ekspektasi, kemungkinan adanya rebound teknis dapat terbuka, terutama jika stabilitas arus modal kembali membaik.
Selain itu, penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury kembali memberikan tekanan pada pasar negara berkembang, menyebabkan aliran modal keluar dan menurunkan selera risiko investor asing. Elandry juga mencatat adanya aksi ambil untung di saham-saham besar yang sebelumnya telah mengalami penguatan, sehingga turut memperburuk tekanan pada IHSG. Di akhir sesi perdagangan, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.087.000 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 12,32 miliar lembar, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp7,61 triliun.