IHSG Turun Akibat Kekhawatiran Investor Terhadap Harga Minyak

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penutupan yang melemah pada Kamis sore, 21 Juli, yang dipengaruhi oleh ketidakpastian di pasar akibat kenaikan harga minyak mentah global. Penutupan IHSG tercatat di angka 6.315,31, dengan penurunan sebesar 19,17 poin atau 0,30 persen. Indeks LQ45 juga mengalami penurunan, yang turun sebesar 5,43 poin atau 0,86 persen menjadi 627,12.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa meningkatnya harga minyak mentah yang telah mencapai level tertinggi dalam enam pekan terakhir membuat investor menjadi lebih berhati-hati dan cenderung melakukan trading jangka pendek. Kenaikan harga minyak jenis WTI dan Brent yang masing-masing di atas 89 dan 97 dolar AS per barel terjadi akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Selama perdagangan hari itu, IHSG menunjukkan volatilitas, sempat terangkat berkat saham-saham energi dan komoditas lainnya yang turut meningkat. Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik arah ke zona merah. Untuk perdagangan esok hari, Ratna memproyeksikan IHSG akan melanjutkan konsolidasi yang berpotensi melemah dan pergerakan di kisaran level support 6.200 hingga 6.250.

Dari sektor-sektor yang ada, enam sektor mengalami penguatan, dengan sektor properti memimpin keuntungan di angka 3,20 persen. Sebaliknya, lima sektor mengalami pelemahan, termasuk barang konsumen non primer yang turun 1,08 persen. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 3.148.000 transaksi sore ini, dengan 343 saham naik, 309 saham turun, dan 313 saham tidak bergerak. Dalam perkembangan bursa saham regional, mayoritas indeks Asia menunjukkan penguatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *