custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Kamis sore, tutup di level 8.265,35, dengan penurunan sebesar 25,62 poin atau 0,31 persen. Penurunan ini dipicu oleh aksi profit taking pelaku pasar sebelum libur panjang Tahun Baru Imlek 2026.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengungkapkan bahwa setelah mengalami kenaikan selama tiga hari berturut-turut, IHSG menunjukkan pelemahan akibat investor yang lebih memilih untuk mengambil keuntungan. Dalam kondisi ketidakpastian pasar, investor masih banyak yang menerapkan strategi trading jangka pendek. Sektor kesehatan mencatatkan koreksi terbesar, sementara sektor barang baku justru menunjukkan pertumbuhan.
Di tingkat domestik, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengadakan sarasehan ekonomi pada Jumat (13/2) untuk membahas kondisi perekonomian nasional dan respons pemerintah terhadap perkembangan global. Kegiatan ini diharapkan dapat menjawab kepanikan yang muncul setelah lembaga pemeringkat Moody’s Ratings mengubah outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Dari sisi internasional, pelaku pasar akan memperhatikan data inflasi Amerika Serikat bulan Januari 2026. Diperkirakan inflasi AS akan mencapai 2,5 persen year on year, mengalami penurunan dari 2,7 persen pada bulan Desember 2025. Data inflasi ini dinilai penting setelah rilis data nonfarm payrolls AS yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya.
IHSG dibuka menguat tetapi segera berbalik melemah dan tetap berada di zona merah hingga akhir sesi perdagangan. Tercatat 294 saham menguat, 384 saham melemah, dan 144 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 3.024.785 transaksi dengan total nilai perdagangan senilai Rp23,84 triliun. Sementara itu, bursa saham regional Asia menunjukkan hasil yang bervariasi, dengan indeks Nikkei dan Hang Seng melemah.