custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa mengalami penguatan di tengah sikap pelaku pasar yang memilih untuk menunggu dan melihat kebijakan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI). IHSG tercatat menguat 41,79 poin atau 0,67 persen, mencapai 6.273,57, sementara Indeks LQ45 juga naik 6,25 poin atau 1,00 persen menjadi 634,00.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa IHSG berpotensi menguji level resistance di kisaran 6.250 hingga 6.300, meskipun ada risiko profit taking. Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada hari ini dan besok akan membahas kebijakan BI-Rate, yang saat ini berada di level 5,75 persen setelah mengalami tiga kali kenaikan sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan survei Bank Indonesia, penyaluran kredit baru menunjukkan saldo bersih tertimbang (SBT) mencapai 93,08 persen pada kuartal II 2026, meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Kredit modal kerja mencatatkan SBT tertinggi di 94,34 persen, menunjukkan aktivitas ekonomi yang masih ekspansif meskipun perbankan menerapkan standar yang lebih ketat dalam pemberian kredit.
Di tingkat global, peningkatan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah mengangkat harga minyak, yang berpotensi menambah inflasi di AS dan memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Sementara itu, Bank Sentral China mempertahankan suku bunga terendah selama 14 bulan untuk mengantisipasi kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Perdagangan bursa Eropa dan Wall Street juga menunjukkan penurunan, di mana indeks-indeks dari kedua benua mengalami pelemahan. Hal ini mencerminkan ketidakpastian pasar di tengah gejolak ekonomi global.