custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan pada Jumat, 11 Juni 2026, dengan kenaikan sebesar 74,38 poin atau 1,26 persen ke posisi 5.960,27. Kenaikan ini terjadi seiring dengan optimisme pelaku pasar atas kemungkinan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sementara itu, Indeks LQ45 juga mencatat kenaikan sebesar 9,97 poin atau 1,70 persen.
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, mengingatkan investor untuk berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil posisi beli, mengingat potensi ketidakpastian sosial dan faktor global. Di sisi internasional, Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa semua pihak telah menyetujui poin-poin kesepakatan damai dengan Iran, yang diharapkan dapat ditandatangani dalam waktu dekat.
Setelah kesepakatan, rencana pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran diharapkan dapat meredakan ketegangan. Namun, pasar tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan pasokan energi global yang berkaitan dengan situasi di Selat Hormuz.
Di dalam negeri, arus keluar dana asing menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati terhadap pasar Indonesia, dengan catatan net sell sebesar Rp61 miliar. Secara total, nilai net sell sepanjang tahun mencapai sekitar Rp78,5 triliun, menggambarkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan politik. Selain itu, rencana demonstrasi mahasiswa di Jakarta juga menjadi perhatian, meningkatkan risiko bagi investor asing.
Dalam konteks ini, Liza menekankan pentingnya perhatian terus-menerus terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Arus dana asing diharapkan akan tetap selektif hingga situasi lebih stabil. Sementara itu, bursa saham global dan Eropa menunjukkan tren penguatan, memperlihatkan dinamika perdagangan yang beragam meskipun masih meliputi ketidakpastian.