IHSG Menguat Meski Bursa Asia Mengalami Penurunan

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada Senin sore, meskipun bursa saham di kawasan Asia mengalami pelemahan. IHSG berhasil menutup perdagangan dengan kenaikan sebesar 46,44 poin atau 0,55 persen, mencapai level 8.416,88. Secara bersamaan, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan, sebesar 5,79 poin atau 0,69 persen, menjadi 849,92.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa IHSG berpotensi untuk melanjutkan penguatan dan menguji level 8.450 hingga 8.480. Sementara itu, pelaku pasar internasional mencermati ketegangan yang meningkat antara China dan Jepang, setelah China memperingatkan risiko keselamatan bagi warganya yang berencana untuk bepergian ke Jepang. Kementerian Pendidikan China telah mengeluarkan pernyataan mengenai hal ini, yang menambah ketidakpastian di pasar.

Indeks dolar Amerika Serikat juga menguat akibat komentar dari pejabat The Fed yang cenderung hawkish, melemahkan harapan terhadap penurunan suku bunga pada Desember 2025. Dalam negeri, pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan pada Rabu.

IHSG dibuka menguat dan tetap bertahan di zona positif hingga penutupan sesi kedua perdagangan. Tujuh sektor mengalami penguatan, dengan sektor properti memimpin kenaikan sebesar 2,29 persen. Namun, empat sektor mengalami penurunan, di mana sektor kesehatan mencatatkan penurunan terbesar sebesar 1,73 persen.

Total frekuensi perdagangan mencapai 2.687.419 transaksi, dengan 40,99 miliar lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp21,07 triliun. Di pasar saham, 354 saham mengalami kenaikan, sedangkan 387 saham turun dan 173 saham tidak bergerak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *