custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan pada Kamis sore. IHSG turun sebesar 56,27 poin atau 0,65 persen, menutup sesi di level 8.545,86. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mencatatkan penurunan sebesar 12,74 poin atau 1,47 persen, menjadi 852,03.
Menurut Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dengan “wait and see” menjelang rilis data ekonomi penting di dalam negeri, termasuk data PMI Manufaktur, inflasi, dan neraca perdagangan untuk bulan Oktober 2025. Rilis data tersebut diperkirakan akan mempengaruhi arah pergerakan pasar ke depan.
Di sisi internasional, bursa Asia menunjukkan penguatan didorong oleh langkah baru China untuk meningkatkan konsumsi, khususnya dalam sektor barang konsumsi di daerah pedesaan. Namun, laba industri di China tercatat turun untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, menunjukkan adanya lemahnya permintaan domestik serta tantangan pada ekspor.
Volatilitas perdagangan juga dipengaruhi oleh tutupnya pasar saham Amerika Serikat untuk liburan Thanksgiving, menjadikan aktivitas perdagangan relatif sepi. Dalam perdagangan saham, tercatat sebanyak 2.962.871 transaksi dengan nilai mencapai Rp27,69 triliun. Dari 51,91 miliar lembar saham yang diperdagangkan, 283 saham naik, 382 saham menurun, dan 144 saham stagnan.
Dari segi sektor, empat sektor mengalami kenaikan, dengan sektor properti memimpin dengan kenaikan 1,74 persen. Di sisi lain, sektor barang konsumen primer mengalami penurunan paling dalam, merosot 0,85 persen.