custompaperswriting.com – PT ASDP Indonesia Ferry Persero (ASDP) merespons kondisi darurat di Aceh dengan membuka layanan tiket manual untuk memfasilitasi penyeberangan warga. Langkah ini diambil menyusul gangguan listrik dan jaringan komunikasi akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Direktur Operasional dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, menyampaikan bahwa kebijakan ini akan memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan meskipun teknologi mengalami kendala.
Bencana yang terjadi mengakibatkan longsor di Kelurahan Rimo, Kabupaten Aceh Singkil, memutus akses jalan, sehingga kapal menjadi satu-satunya moda transportasi untuk evakuasi. Dua unit kapal, KMP Teluk Sinabang dan KMP Aceh Hebat 3, telah disiapkan untuk mengangkut warga dan bantuan ke Pulau Banyak dan Pulau Sinabang.
Menanggapi situasi ini, ASDP juga mengirimkan telepon satelit ke empat cabang terdampak di Danau Toba, Singkil, Banda Aceh, dan Padang untuk memperkuat komunikasi saat jaringan seluler tidak stabil. Rio menekankan pentingnya komunikasi dalam koordinasi bantuan, ketika akses jalan terputus dan masyarakat berupaya menjaga keselamatan keluarga.
Dalam pernyataannya, Rio menunjukkan bahwa ASDP berkomitmen untuk tetap menjadi bagian dari upaya pemulihan masyarakat, dengan menjaga agar layanan penyeberangan tetap optimal. Tim ASDP secara bersamaan mendokumentasikan kondisi akses dan memantau cuaca, guna menjaga konektivitas antardaerah meskipun situasi sulit.
Dengan kondisi akses yang terputus, termasuk jembatan yang rusak dan tanah longsor sepanjang 7–10 kilometer menuju Sibolga, penting bagi ASDP untuk terus menjalankan peran kritis dalam menjaga mobilitas dan pengiriman bantuan. Para petugas di lapangan berharap dengan koordinasi yang baik, pemulihan akan dapat berlangsung lebih cepat.