IHSG Melemah Menjelang Akhir Pekan karena Tingginya Harga Minyak

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Jumat pagi, terpengaruh oleh harga minyak mentah global yang tetap tinggi. Pembukaan IHSG mencatat penurunan sebesar 0,53 poin atau 0,01 persen, berada di level 7.378,07. Sementara itu, Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga turun 1,51 poin atau 0,10 persen ke posisi 715,75.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memperkirakan IHSG akan terus melemah menuju level 7.308 dan menguji 7.300. Faktor eksternal juga berkontribusi terhadap sentimen negatif ini, dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meresahkan pasar. Meskipun Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata, aktivitas militer di Selat Hormuz memunculkan kekhawatiran.

Komando Pusat AS melaporkan telah mengalihkan 33 kapal sejak mulainya blokade maritim terhadap Iran. Di sisi domestik, pelemahan nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh Rp17.300 pada perdagangan sebelumnya menambah tekanan. Ratna Lim mencatat bahwa ketahanan harga minyak yang tinggi berpotensi memicu inflasi dan memperburuk defisit anggaran belanja.

Pada perdagangan dunia, harga minyak jenis Brent dan WTI masing-masing berada di angka 105,93 dolar AS dan 96,57 dolar AS per barel. Meski memiliki tekanan yang signifikan, kinerja positif dari emiten besar berhasil membatasi penurunan IHSG.

Di bursa lainnya, saham Eropa dan AS juga mengalami penurunan. Indeks Eropa seperti Euro Stoxx 50 dan FTSE 100 mencatatkan penurunan, sedangkan bursa saham AS juga mengalami penurunan pada indeks Nasdaq dan Dow Jones. Sementara itu, pasar Asia memberikan gambaran yang bervariasi dengan indeks Nikkei mencatat penguatan, sedangkan Hang Seng dan Shanghai mengalami penurunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *