IHSG Kamis sore turun 1,70 persen menjadi 5.839,78

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis sore, dengan nilai terkoreksi sebanyak 101,28 poin atau 1,70 persen, sehingga ditutup pada level 5.839,78. Penurunan ini dipicu oleh berbagai rumor yang beredar di pasar domestik, yang menciptakan ketidakpastian dan rendahnya kepercayaan investor.

Selama sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di angka 5.644 sebelum berhasil memperbaiki posisinya menjelang akhir perdagangan. Kepala Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa tekanan jual ini merupakan kelanjutan dari situasi sebelumnya, yang semakin diperburuk oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang berada di level Rp18.049 per dolar AS.

Kondisi ini bukan hanya terjadi di Indonesia, namun juga di pasar saham Asia yang secara umum mengalami pergerakan negatif. Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, yang menyebabkan lonjakan harga minyak, memicu kecemasan mengenai inflasi global. Dari analisis teknikal, kondisi ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat melalui indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD).

Pengamat pasar modal, Elandry Pratama, menambahkan bahwa penurunan IHSG juga disebabkan oleh arus keluar dana asing, selain sentimen negatif dari proyeksi Moody’s terhadap Danantara. Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kebijakan tarif Presiden AS yang dapat berdampak pada ekspor Indonesia, situasi ini memperburuk kondisi pasar.

Dalam perdagangan hari ini, seluruh sebelas sektor IDX-IC ditutup di zona merah. Sektor industri mencatatkan penurunan paling dalam dengan 4,07 persen, diikuti sektor properti dan barang konsumsi primer. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2,29 juta kali, dengan volume mencapai 39,68 miliar lembar saham, mencerminkan rasio jual-beli yang sangat aktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *