IHSG Diperkirakan Menguat Sementara Pasar Amati Kebijakan The Fed

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diperkirakan akan mengalami penguatan seiring dengan perhatian pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga acuan The Fed. IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 58,75 poin atau 0,66 persen, mencapai posisi 9.007,04. Sementara itu, Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, meningkat 3,66 poin atau 0,42 persen ke level 882,53.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, dalam analisisnya, menyebutkan bahwa IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance di angka 8.760 hingga 9.000. Data inflasi di Amerika Serikat menunjukkan peningkatan 0,3 persen secara bulanan dan 2,7 persen secara tahunan, dengan CPI Core stabil di 2,6 persen. Data ini diharapkan mempengaruhi keputusan The Fed dalam rapat pada 29 Januari mendatang, di mana kemungkinan besar suku bunga acuan akan tetap dipertahankan.

Dalam konteks internasional, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan ketidakpuasannya terhadap kritik dari Presiden AS, Donald Trump, menekankan bahwa keputusan suku bunga seharusnya tidak dipengaruhi oleh tekanan politik. Di dalam negeri, pemerintah juga menunjukkan langkah strategis dengan memperkuat kerangka ekonomi digital melalui pengembangan ekosistem semikonduktor bersama Inggris, termasuk investasi awal sebesar 125 juta dolar AS.

Pada hari yang sama, bursa saham di Eropa menunjukkan pergerakan variatif, dengan Euro Stoxx 50 menguat 0,24 persen, sedangkan indeks FTSE 100 Inggris sedikit melemah. Di Wall Street, indeks S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq mengalami penurunan. Sementara itu, bursa saham Asia juga menunjukkan tren positif, dengan indeks Nikkei dan Shanghai masing-masing menguat 1,70 persen dan 0,95 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *