custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore mengalami pelemahan, menutup perdagangan di level 8.370,44 setelah turun 1,56 poin atau sebesar 0,02 persen. Penurunan ini sejalan dengan tren negatif yang terjadi di bursa saham kawasan Asia, di tengah ketidakpastian terkait kebijakan yang akan diambil oleh Federal Reserve Amerika Serikat.
Menurut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia, ketidakpastian mengenai keputusan The Fed terkait suku bunga mendatang, khususnya pada Desember 2025, telah memberi dampak signifikan pada sentimen pasar. Sejumlah pejabat tinggi The Fed mengungkapkan keraguan terkait perlunya pemangkasan suku bunga lebih lanjut, yang dianggap akan mempengaruhi kesehatan ekonomi AS.
Saat ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada penumpukan data ekonomi yang tertunda akibat shut down layanan pemerintah AS, yang berlangsung selama 43 hari dan baru saja dicabut dengan penandatanganan RUU oleh Presiden Donald Trump. Meskipun shutdown telah berakhir, pejabat Gedung Putih mengindikasikan bahwa beberapa data ekonomi mungkin tidak akan dirilis.
Dengan ketidakpastian ini, para analis memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed di bulan Desember 2025 kini menurun menjadi 52 persen, dari sebelumnya 63 persen. Sektor-sektor yang berbeda menunjukkan perkembangan beragam, di mana sektor infrastruktur tercatat meloncat 1,17 persen, sementara sektor industri tergerus hingga 1,80 persen.
Volume perdagangan saham hari ini mencapai 2.459.698 transaksi dengan total nilai mencapai Rp20,69 triliun. Secara keseluruhan, 221 saham menguat, 458 saham melemah, dan 136 saham stagnan. Kerugian di bursa saham regional Asia pun terlihat dengan indeks Nikkei, Hang Seng, dan Shanghai semuanya mengalami penurunan.