custompaperswriting.com – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menargetkan pendapatan sebesar 542,79 juta dolar AS pada tahun 2026, dengan laba bersih yang diperkirakan mencapai 34,47 juta dolar AS. Direktur Keuangan GMFI, Tri Hartono, mengungkapkan target ini dalam acara Public Expose Live di Jakarta, Rabu.
GMFI optimis akan mempertahankan momentum pertumbuhan dengan memperkuat kapabilitas dan kapasitas layanan perawatan. Strategi ini mencakup perluasan pasar internasional dan peningkatan kontribusi dari pelanggan di luar grup dan afiliasi. Selain itu, perusahaan berfokus pada pengembangan bisnis di sektor pesawat non-komersial dan diversifikasi bisnis aerostructure untuk meningkatkan efisiensi serta ketahanan finansial.
Tri Hartono juga menyatakan bahwa GMFI berkomitmen untuk terus menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan prospek industri yang positif dan disiplin dalam pengelolaan risiko. Dalam rangka ekspansi domestik, GMFI menjalin kerja sama dengan Pelita Air Service di Bandara Pondok Cabe, yang direncanakan mulai beroperasi pada Juni 2026 untuk perawatan pesawat turbo-propeller dan helikopter.
Perusahaan ini juga akan melanjutkan proyek pengembangan Airspace Park, berkolaborasi dengan Kementerian Bappenas dan Bandara Internasional Jawa Barat. Selain peluang domestik, GMFI mempertimbangkan ekspansi internasional melalui fasilitas hanggar baru dengan skema joint venture di kawasan Timur Tengah.
Pada kuartal pertama 2026, GMFI melaporkan pendapatan sebesar 114,94 juta dolar AS, meningkat 20,53 persen dibandingkan tahun lalu, dan laba tahun berjalan mencapai 6,76 juta dolar AS, tumbuh 78,28 persen. Mencerminkan strategi ekspansi pasar dan optimalisasi operasional, hasil ini menunjukkan komitmen GMFI untuk terus meningkatkan layanan di industri penerbangan.