DPRD Jabar Minta Bisnis Rugi Oleh Jasa Sarana Segera Dihentikan

[original_title]

custompaperswriting.com – Komisi III DPRD Jawa Barat mendesak manajemen PT Jasa Sarana untuk menghentikan seluruh lini usaha yang merugi dan melakukan evaluasi menyeluruh. Seruan ini muncul akibat kondisi keuangan BUMD tersebut yang mengalami penyusutan aset signifikan, yakni sekitar Rp500 miliar, serta defisit operasional tahunan mencapai Rp3 miliar.

Ketua Komisi III, Jajang Rohana, menegaskan pentingnya penghapusan usaha yang tidak menguntungkan demi menyelamatkan aset daerah. “Perusahaan harus lebih fokus pada sektor yang produktif dan memiliki potensi profit,” ujarnya di Bandung, Sabtu lalu. Menurut hasil audit Komisi III, total aset PT Jasa Sarana yang sebelumnya berada di atas Rp1 triliun kini hanya tersisa Rp500 miliar.

Kondisi ini diperburuk oleh kewajiban utang yang masih berjalan, diperkirakan mencapai Rp170 miliar hingga Rp180 miliar, sehingga nilai bersihnya tinggal sekitar Rp400 miliar. Jajang mengungkapkan bahwa pendapatan tahunan perusahaan belum mampu menutupi biaya operasional, sehingga tetap mengalami defisit.

Menanggapi masalah ini, Komisi III mendorong langkah-langkah pemulihan keuangan, termasuk pelepasan aset-aset yang tidak produktif. Hal ini diharapkan dapat menguatkan modal untuk lini bisnis yang lebih menjanjikan. Jajang menekankan perlunya pengawasan ketat dari DPRD agar BUMD dapat beroperasi secara sehat dan berkontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Barat, bukan sebaliknya menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dengan pengelolaan yang lebih baik, PT Jasa Sarana diharapkan dapat kembali ke kondisi keuangan yang sehat dan memberikan kontribusi positif bagi pemprov setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *