custompaperswriting.com – Perum Bulog telah mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan di wilayah Sumatra yang rawan bencana. Dalam pernyataannya, Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menginstruksikan agar setiap bandara dan pelabuhan di daerah tersebut menyediakan stok beras darurat antara 20 hingga 50 ton. Kebijakan ini bertujuan untuk menjamin respons yang cepat terhadap kebutuhan pangan saat terjadi bencana, seperti banjir dan tanah longsor.
Langkah ini diumumkan dalam jumpa pers di Jakarta pada hari Jumat. Rizal menekankan bahwa stok beras ini diperlukan untuk mendukung pengiriman bantuan ke daerah-daerah terisolasi yang terkena dampak bencana. “Kami telah memerintahkan pimpinan daerah untuk menyiapkan stok harian ini,” ujarnya. Keberadaan cadangan beras di bandara diharapkan dapat mempercepat pengiriman jika kebutuhan mendesak muncul.
Menanggapi ancaman gangguan akses darat akibat bencana, stok siap guna ini juga dipersiapkan di pelabuhan. Dalam kondisi darurat, Bulog akan memastikan suplai beras dapat dengan mudah dan cepat diterbangkan atau dikirim melalui laut ke wilayah yang memerlukan. Selain itu, gudang Bulog akan beroperasi 24 jam untuk mendukung distribusi bantuan.
Rizal menambahkan bahwa praktis ini akan berlangsung hingga seluruh daerah yang terdampak bencana kembali pulih dan aktivitas masyarakat normal. Bulog akan melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap kebijakan stok siaga ini agar bantuan pangan dapat disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan.