custompaperswriting.com – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), perusahaan petrokimia yang dimiliki konglomerat Prajogo Pangestu, melaporkan laba bersih yang signifikan mencapai 1,29 miliar dolar Amerika Serikat pada kuartal III-2025. Angka tersebut setara dengan sekitar Rp21,58 triliun, menjadikannya perubahan drastis dari kerugian bersih 59,37 juta dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia, Direktur dan Chief Financial Officer TPIA, Andre Khor, menyampaikan kebanggaannya atas kinerja luar biasa ini, yang menandakan transformasi perusahaan ke arah pemimpin regional di sektor energi, kimia, dan infrastruktur. TPIA juga mengumumkan pembagian dividen interim sebesar 20 juta dolar AS untuk tahun buku 2025, sebagai bagian dari komitmennya untuk memberikan nilai bagi pemegang saham.
Pendapatan bersih perusahaan tercatat mencapai 5,10 miliar dolar AS, meningkat 314,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor kilang berkontribusi 2,30 miliar dolar AS, sementara sektor kimia dan infrastruktur masing-masing mencapai 2,69 miliar dolar dan 98,9 juta dolar AS. Belanja modal perseroan juga meningkat, dengan anggaran capex mencapai 355,5 juta dolar AS, naik dari 277,3 juta dolar AS pada kuartal yang sama tahun lalu.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, TPIA tengah memperluas jangkauan energi melalui akuisisi jaringan SPBU merek Esso di Singapura. Proyek pembangunan pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride di Cilegon juga sedang berjalan, dengan progres konstruksi mencapai 33 persen.
Dengan total aset sebesar 10,97 miliar dolar AS, TPIA menunjukkan pertumbuhan yang solid, didukung oleh komitmen untuk memperkuat industri hilir nasional serta visi untuk menjadi integrator energi terdepan di Asia Tenggara.