custompaperswriting.com – CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menilai bahwa saham-saham perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini berada dalam kategori undervalued, dengan nilai Price to Book Value (PBV) yang masih di bawah 1 kali. Dalam konferensi pers di Gedung BEI pada Selasa, Rosan menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, valuasi sektor perbankan seharusnya mencapai antara 2 sampai 3 kali PBV, menunjukkan adanya potensi kenaikan harga di masa depan.
Rosan mencatat bahwa fluktuasi harga di pasar saham adalah sesuatu yang wajar. Namun, ia menegaskan bahwa secara fundamental, kondisi emiten-emiten di pasar modal Indonesia tetap solid dan menjanjikan imbal hasil yang menarik. “Kami melihat adanya up and down, tetapi fundamental perusahaan menunjukkan yield yang tinggi dan penawaran harga saat ini sangat baik,” ujar Rosan.
Peningkatan jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia juga menjadi perhatian Rosan. Ia menyatakan bahwa jumlah investor ritel telah mencapai antara 26 hingga 27 juta, meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang mencatat sekitar 20 juta investor. Kenaikan ini mencerminkan optimisme terhadap prospek pasar modal di masa depan.
Rosan menjelaskan bahwa pertumbuhan ini tidak terlepas dari upaya edukasi yang dilakukan oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan pemahaman kepada para investor, terutama kalangan muda. Ia menekankan bahwa investasi di pasar modal adalah instrumen jangka menengah hingga panjang yang dapat memberikan imbal hasil yang baik serta mendukung pertumbuhan ekonomi.
Data perdagangan di BEI pada sesi I menunjukkan penutupan IHSG melemah 202,97 poin atau 3,08 persen ke posisi 6.396,27, dengan total transaksi mencapai 27,96 miliar lembar saham senilai Rp15,13 triliun. Kunjungan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ke Gedung BEI juga menunjukkan perhatian para pejabat terhadap kondisi pasar modal saat ini.