custompaperswriting.com – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), bagian dari holding MIND ID, melaporkan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun untuk kuartal III tahun 2025, mengalami penurunan sebesar 56,65 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Rp3,23 triliun. Kondisi pasar batu bara yang belum stabil menjadi salah satu faktor utama penurunan tersebut.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, dalam pernyataannya di Jakarta, menyampaikan bahwa meskipun laba bersih menurun, perusahaan berhasil mempertahankan kinerja operasional yang solid. Peningkatan efisiensi biaya dan optimalisasi portofolio di pasar domestik dinilai efektif dalam menghadapi tekanan harga batu bara global yang masih berlanjut. Hal ini tercermin dari pertumbuhan volume produksi dan penjualan yang tetap positif serta realisasi belanja modal (capex) yang mencapai Rp2,98 triliun, setara 41 persen dari target capex Rp7 triliun untuk tahun ini.
Total pendapatan usaha PTBA untuk kuartal III 2025 mencapai Rp31,33 triliun, meningkat 2 persen dibandingkan Rp30,65 triliun tahun lalu. Namun, beban pokok pendapatan juga meningkat sebesar 11 persen menjadi Rp27,76 triliun, yang berimbas pada laba kotor yang mencatatkan penurunan sebesar 36 persen, menjadi Rp3,56 triliun.
Dari sisi produk, PTBA mencatatkan volume produksi batu bara sebanyak 35,89 juta ton, meningkat 9 persen dari tahun lalu, sedangkan volume penjualan mencapai 33,70 juta ton, naik 8 persen. Pada akhir kuartal III 2025, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp42,83 triliun, naik 3 persen dari Rp41,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Total liabilitas dan ekuitas perusahaan masing-masing sebesar Rp22,06 triliun dan Rp20,73 triliun.