custompaperswriting.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan masyarakat melakukan plotting bidang tanah secara mandiri melalui aplikasi Sentuh Tanahku. Fitur yang dikenal sebagai Swaplotting ini memungkinkan pemilik tanah untuk mengajukan titik lokasi tanah menggunakan perangkat pintar, dengan tujuan mempermudah proses pemetaan bidang tanah yang belum terdata dalam sistem.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian ATR/BPN, I Gede Ketut Ary Sucaya, menjelaskan bahwa data yang dikirimkan oleh masyarakat akan diverifikasi oleh Kantor Pertanahan (Kantah) setempat untuk memastikan akurasi lokasi tanah tersebut. Proses plotting ini akan memanfaatkan koordinat GPS, sehingga meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pemetaan.
Fitur Swaplotting ini sangat diperlukan bagi pemilik tanah yang belum memiliki sertifikat atau yang memiliki sertifikat analog. Dengan adanya fitur ini, partisipasi publik dalam pemutakhiran data pertanahan dapat meningkat, sehingga memberikan kepastian lokasi tanah secara lebih jelas dan mendorong kesadaran akan pentingnya pendaftaran tanah.
Aplikasi Sentuh Tanahku dapat diakses oleh pengguna dengan sistem operasi Android maupun iOS. Pengguna perlu memberikan izin akses lokasi untuk memastikan bahwa data yang dikirimkan akurat. Bagi mereka yang memiliki sertifikat, langkah-langkah mengisi data akan termasuk informasi dari dokumen sertifikat. Sementara bagi tanah yang belum memiliki sertifikat, pengguna diminta untuk melengkapi identitas dan dokumen pendukung sebagai bagian dari proses verifikasi.
Setelah seluruh data dikirim, informasi tersebut akan diteruskan ke Kantah untuk pemeriksaan lebih lanjut, guna memastikan bahwa peta bidang tanah dapat diperbarui dengan data yang valid. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan pertanahan di Indonesia.