custompaperswriting.com – Berbagai peristiwa ekonomi penting dilaporkan pada Minggu (14/6), termasuk kajian pemerintah mengenai penggunaan gula sebagai bantuan pangan dan informasi mengenai ketersediaan stok beras.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa usulan untuk memasukkan gula dalam program bantuan pangan perlu kajian lebih lanjut. Pemerintah berkomitmen untuk menganalisis masukan yang ada demi mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Hal ini diungkapkan saat acara Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta.
Di sisi lain, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa program infrastruktur berbasis masyarakat (IBM) direncanakan menjangkau 4.127 lokasi pada 2027 mendatang. Ia menekankan pentingnya infrastruktur untuk masyarakat, baik dari sisi fisik maupun ekonomi.
Selain itu, Indonesia juga mengoptimalkan kerja sama dalam BRICS untuk mempercepat modernisasi pertanian. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menyatakan bahwa kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan bahwa penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi per 11 Juni 2026 mencapai 77.532 unit, atau sekitar 22,15 persen dari target tahun ini sebanyak 350.000 unit.
Terakhir, Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok cadangan beras nasional sangat melimpah. Ia memastikan tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan kelangkaan beras di masyarakat, yang merupakan makanan pokok utama.