custompaperswriting.com – Kebijakan shareholders concentration list diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai bahwa dengan adanya kebijakan ini, kredibilitas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meningkat, sehingga bisa menarik capital inflow atau arus dana asing ke dalam pasar.
Menurut Nico, shareholders concentration list adalah data yang menunjukkan seberapa banyak saham suatu perusahaan dipegang oleh pihak-pihak tertentu. Dengan informasi ini, investor dapat memahami distribusi kepemilikan saham, apakah tergolong tinggi atau rendah. “Konsentrasi tinggi menunjukkan bahwa saham hanya dimiliki oleh beberapa orang, sedangkan konsentrasi rendah menunjukkan kepemilikan yang lebih merata di antara banyak investor,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Nico menyebut bahwa peningkatan transparansi ini dapat menghadirkan dua perspektif. Bagi investor yang memiliki kepentingan, bisa saja pergerakan saham mereka terganggu. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa BEI perlu terus berupaya menarik capital inflow untuk memelihara daya tariknya sebagai pasar keuangan.
Dijadwalkan, BEI akan menerbitkan daftar tersebut pada akhir Februari atau awal Maret 2026, bersamaan dengan pengungkapan kepemilikan saham yang melebihi 1 persen. Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia. Penerbitan ini juga merupakan respons terhadap masukan dari MSCI terkait pentingnya transparansi.
Sejak Oktober 2025, self regulatory organization (SRO) BEI telah melakukan studi tentang pengalaman bursa negara lain terkait isu serupa, yang memberikan landasan bagi penerapan kebijakan ini di Indonesia.