custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore menunjukkan penguatan signifikan, ditutup naik 115,16 poin atau setara 1,96 persen di level 5.999,04. Penguatan ini sejalan dengan tren positif yang terlihat di bursa saham kawasan Asia, dipicu oleh koreksi harga minyak mentah global.
Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menyebutkan bahwa sentimen positif di pasar saham didorong oleh kemajuan dalam upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, yang membantu mengembalikan harga minyak ke level sebelum terjadinya konflik. Penurunan harga minyak tersebut berkontribusi dalam meredakan kekhawatiran inflasi, sekaligus mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan.
Di sisi lain, People’s Bank of China berencana melakukan operasi repurchase jangka pendek pada akhir bulan ini untuk meningkatkan likuiditas di sistem perbankan. Di dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan adanya peningkatan arus masuk dana asing ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan obligasi pemerintah, dengan total mencapai sekitar Rp105 triliun sejak awal Juni.
Namun, di balik penguatan IHSG, terdapat pula kekhawatiran terkait penurunan 21 peringkat daya saing Indonesia dalam World Competitiveness Ranking. Kendati demikian, banyak investor terlihat kembali melakukan aksi beli, terutama pada saham-saham yang dianggap murah, setelah pasar sempat menyentuh posisi terendah dalam dua pekan terakhir.
Dengan penguatan ini, IHSG diharapkan dapat mempertahankan momentum positifnya di minggu-minggu mendatang, meskipun tantangan dari faktor eksternal dan internal masih perlu dicermati dengan seksama.