custompaperswriting.com – Grab Indonesia mengumumkan capaian signifikan dalam program keberlanjutan mereka, dengan lebih dari 14.000 kendaraan listrik yang aktif serta memberdayakan lebih dari 189.000 perempuan dan penyandang disabilitas. Dalam laporan tersebut, perusahaan menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya aspek lingkungan, melainkan juga peluang teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Digital dan Keberlanjutan Grab Indonesia, Rivana Mezaya, menyebutkan bahwa inisiatif keberlanjutan perusahaan mencakup pengembangan transportasi rendah emisi, penguatan kesejahteraan mitra, dan perluasan akses pendidikan serta ekonomi. Hingga saat ini, armada kendaraan listrik Grab terdiri dari lebih dari 11.000 roda dua dan 3.000 roda empat, didukung oleh lebih dari 1.500 stasiun penukaran baterai di berbagai wilayah Indonesia.
Pada sektor ekonomi digital, pengemudi dan mitra merchant Grab di Asia Tenggara menghasilkan total 15,3 miliar dolar AS sepanjang tahun 2025, mencatat peningkatan 19 persen dari tahun sebelumnya. Di Indonesia, Grab mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar melalui program “Grab untuk Indonesia,” yang mendukung perlindungan sosial bagi mitra pengemudi dan menyediakan pelatihan melalui GrabAcademy.
Program pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas di Grab berhasil meningkatkan jumlah mereka yang berpenghasilan melalui platform hingga 40 persen dibandingkan tahun lalu. Selain itu, lebih dari 200.000 UMKM di 16 kota telah mendapatkan manfaat dari program digitalisasi usaha.
Grab juga berkomitmen pada lingkungan melalui berbagai inisiatif konservasi, termasuk rehabilitasi hutan dan penanaman mangrove. Rivana menegaskan bahwa perusahaan akan terus berkolaborasi untuk memperkuat dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi berbagai kelompok masyarakat.