custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pergerakan volatil pada Kamis, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. IHSG dibuka dengan penurunan 3,11 poin atau 0,05 persen, mencapai posisi 5.899,27. Sementara itu, indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,83 poin atau 0,14 persen, menjadi 590,31.
Menurut Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh situasi di Timur Tengah, di mana CENTCOM mengumumkan adanya serangan baru terhadap Iran berdasarkan instruksi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi jika melanjutkan penundaan kesepakatan damai, sementara Iran menegaskan siap membalas setiap ancaman.
Ketegangan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global, terutama di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama untuk 20 persen pasokan minyak dunia. Trump juga mengklaim bahwa AS membantu lebih dari 200 kapal komersial melalui Selat Hormuz, namun Menteri Energi AS, Chris Wright, mengatakan tidak mengetahui tentang operasi tersebut.
Dari sisi ekonomi, survei dari Bank Indonesia menunjukkan optimisme masyarakat terhadap perekonomian tetap terjaga dengan Indeks Keyakinan Konsumen yang stabil di level tinggi. Namun, persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini mulai melemah. Posisi Investasi Internasional Indonesia menunjukkan perbaikan yang signifikan, dengan kewajiban neto menurun.
Bursa saham Eropa dan AS mengalami pergerakan variatif, sementara bursa saham Asia juga mencatat penurunan. Para pelaku pasar terus memantau data penjualan ritel untuk menilai daya beli masyarakat sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.