custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penutupan yang melemah pada Jumat sore, mencatat penurunan sebesar 2,81 poin atau 0,05 persen, menjadikan posisi akhir di 6.127,38. Penurunan ini terjadi di tengah pengalihan dana yang dilakukan oleh investor asing akibat rebalancing indeks MSCI.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa IHSG sempat menunjukkan penguatan di awal perdagangan, bahkan mencapai level 6.230 sebelum akhirnya mengalami koreksi. Rebalancing indeks MSCI yang berlaku efektif setelah penutupan Jumat kemarin memaksa manajer investasi dan investor untuk menyesuaikan portofolio mereka.
Meskipun ada tekanan jual terhadap saham-saham tertentu yang dikeluarkan dari indeks MSCI, sejumlah saham justru mengalami kenaikan. “Hal ini menunjukkan bahwa para investor sebelumnya telah mengantisipasi rebalancing ini,” kata Ratna. Di sisi positif, penguatan bursa saham di kawasan Asia, dipicu oleh saham sektor teknologi di Wall Street, memberikan sentimen yang baik meskipun ketegangan militer antara AS dan Iran kembali meningkat.
Sementara itu, harga minyak mentah yang melemah berkontribusi positif, meskipun nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan ke level terendah di Rp17.881 per dolar AS di pasar spot. Dari sektor, delapan di antaranya mengalami penguatan, dengan sektor infrastruktur memimpin kenaikan sebesar 3,34 persen.
Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.377.054 transaksi, dengan 46,96 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Dalam pergerakan sore itu, 271 saham naik, 409 saham turun, dan 137 saham tidak beranjak dari nilai sebelumnya. Indeks regional Asia menunjukkan variasi, dengan indeks Nikkei naik 2,53 persen, sementara indeks Shanghai Justujuah 0,73 persen pada penutupan hari tersebut.