custompaperswriting.com – Melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan hari ini terkait erat dengan sentimen negatif dari perang antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, investor global mulai mengurangi risiko dengan beralih ke aset yang lebih aman seiring dengan lonjakan harga minyak dunia.
Pada Senin, 9 Maret 2023, harga minyak jenis WTI meningkat sebesar 24,51 persen ke level 113,18 dolar AS per barel, sedangkan minyak jenis Brent naik 23,06 persen menjadi 114,06 dolar AS per barel. Lonjakan ini berpotensi memicu inflasi di seluruh dunia dan mempertahankan suku bunga global di level tinggi untuk jangka waktu yang panjang. Hal ini juga dapat menekan pertumbuhan ekonomi, karena biaya bahan bakar dan produksi semakin mahal.
Di tengah kondisi ini, Fitch Ratings telah menurunkan outlook kredit Indonesia dari “stabil” menjadi “negatif,” yang menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas makro dan kebijakan fiskal pemerintah. Dalam situasi ini, Nafan merekomendasikan agar pelaku pasar lebih selektif dalam berinvestasi, menekankan pentingnya memilih saham dengan fundamental yang kuat dan harga yang murah.
Data perdagangan IHSG pada pukul 10.17 WIB menunjukkan penurunan sebesar 4,05 persen, yaitu 307,52 poin, ke angka 7.278,16. Penurunan ini sejalan dengan bursa saham di kawasan Asia, di mana indeks-indeks utama seperti Nikkei, Shanghai, dan Hang Seng juga mengalami penurunan signifikan. Para analis mengingatkan pentingnya disiplin dalam manajemen risiko, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut.