custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pergerakan konsolidasi pada perdagangan Kamis, 2 Februari 2026, dengan penurunan sebesar 4,30 poin atau 0,05 persen, sehingga mencapai posisi 8.142,41 pada pukul 14.20 WIB. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyampaikan bahwa pelaku pasar masih memperhatikan implementasi dari delapan rencana aksi reformasi pasar modal Indonesia.
Menurutnya, perhatian investor semakin meningkat pasca aksi jual sebelumnya yang dipicu oleh isu transparansi yang dikritisi oleh penyedia indeks internasional. Hal ini membuat investor menjadi lebih selektif, terutama terhadap saham-saham berkapitalisasi kecil. Dari sisi ekonomi, produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencatatkan pertumbuhan 5,39 persen year on year (yoy) pada kuartal IV 2025, melampaui ekspektasi sebelumnya sebesar 5,01 persen (yoy).
Meski demikian, Nico mengungkapkan bahwa pertumbuhan PDB sepanjang tahun 2025 hanya mencapai 5,11 persen (yoy), sedikit di bawah target pemerintah yang sebesar 5,2 persen (yoy). Selain itu, investor juga menanti dengan seksama kabar mengenai kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat, yang telah rampung dan menunggu penandatanganan resmi.
Di pasar Asia, bursa saham juga mengalami pelemahan, tertekan oleh aksi jual saham-saham teknologi global. Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan frekuensi transaksi mencapai 1.898.364 kali dengan total nilai perdagangan sebesar Rp13,43 triliun, di mana 343 saham mengalami kenaikan, 335 saham menurun, dan 141 saham tidak bergerak. Sementara itu, bursa kawasan Asia menunjukkan kinerja bervariasi, dengan indeks Nikkei melemah 0,88 persen dan indeks Hang Seng menguat 0,15 persen.