custompaperswriting.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berkomitmen untuk mempercepat pembangunan hunian sementara di daerah-daerah yang terdampak bencana di Sumatera, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, mengungkapkan pentingnya penyediaan hunian sementara sebagai bagian dari strategi pemulihan pascabencana yang berkelanjutan.
“Pemulihan tidak hanya berhenti pada perbaikan infrastruktur, masyarakat juga membutuhkan tempat tinggal aman untuk kembali melanjutkan aktivitas sehari-hari,” ujar Joko. Pembangunan hunian sementara tersebut bertujuan untuk memberikan ruang transisi sebelum pemulihan jangka menengah dan panjang dilaksanakan.
Joko menekankan bahwa setelah fokus pada pembukaan kembali akses dan pemulihan infrastruktur dengan Kementerian Pekerjaan Umum, penyediaan hunian sementara kini menjadi kebutuhan mendesak. Dengan kolaborasi yang terencana, pembangunan hunian ditargetkan sebanyak 15 ribu unit di seluruh wilayah terdampak bencana dalam tiga bulan ke depan.
Dalam tahap awal, PTPP akan membangun 600 unit hunian sementara di masing-masing Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Hingga 15 Januari 2026, PTPP telah menyelesaikan 94 unit di Aceh Tamiang dan 118 unit di Aceh Utara. Hunian tersebut dirancang siap huni, lengkap dengan fasilitas pendukung dasar, guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama masa pemulihan.
Joko menambahkan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan dengan koordinasi yang intens dengan BP BUMN, sehingga respons yang diberikan tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan di lapangan. Pembangunan hunian sementara ini juga melengkapi berbagai upaya pemulihan lain yang telah dilakukan di Aceh dan sekitarnya.