custompaperswriting.com – Perusahaan BUMN di sektor konstruksi, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), melaporkan bahwa hingga Maret 2026, perusahaan berhasil memperoleh kontrak baru senilai Rp464,67 miliar. Kontrak ini meliputi beberapa proyek penting, seperti Sekolah Rakyat, Halte Bus Rapid Transit, RSUD Rupit di Kabupaten Musi Rawas Utara, serta hunian untuk ASN dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Direktur Utama WEGE, Hadian Pramudita, dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, mengungkapkan optimisme perusahaan dalam mencapai target kontrak baru yang maksimal di tengah ketidakpastian ekonomi. Ia juga menambahkan bahwa perusahaan telah berhasil mengurangi total liabilitas hingga 33,6 persen year on year menjadi Rp2,07 triliun per 31 Desember 2025.
Penurunan liabilitas ini, menurut Hadian, didorong oleh pelunasan pinjaman bank jangka pendek yang turun tajam hingga 79,14 persen, menjadi Rp73,04 miliar dari sebelumnya Rp350 miliar. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen manajemen untuk merestrukturisasi permodalan dan meningkatkan efisiensi keuangan.
Selain itu, diversifikasi bisnis perusahaan menunjukkan hasil positif dengan segmen properti yang membukukan pendapatan sebesar Rp40,11 miliar. Hadian menjelaskan bahwa ini berkontribusi terhadap likuiditas yang terjaga, dengan posisi kas mencapai Rp391,13 miliar pada akhir 2025.
Meskipun WEGE mencatat rugi neto sebesar Rp630,25 miliar, Hadian menegaskan bahwa ini adalah hasil dari penerapan prinsip akuntansi yang konservatif, termasuk pengakuan penurunan nilai aset keuangan. Perusahaan juga telah berhasil memperbaiki rasio utang, sehingga diharapkan laporan keuangan tahun 2026 akan mencerminkan kondisi yang lebih sehat dan transparan.