custompaperswriting.com – Sistem kelistrikan di Papua dipastikan dalam kondisi surplus selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Hal ini dikemukakan oleh Ketua Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nataru 2025, Erika Retnowati, dalam sebuah konferensi di Jayapura, pada Sabtu lalu.
Berdasarkan pemantauan, beban puncak kelistrikan di enam provinsi Papua mencapai 364,10 MW, sementara total daya mampu pembangkit mencapai 543,58 MW. Dengan cadangan daya sekitar 179,48 MW, Erika menambahkan bahwa kapasitas tersebut sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik selama momen perayaan tersebut.
Menurut Erika, pemantauan menyeluruh dilakukan terhadap pembangkit, jaringan transmisi, dan distribusi listrik di seluruh Papua, termasuk di daerah terpencil. Semua sistem dinyatakan aman. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, menjelaskan, Papua memiliki sistem kelistrikan yang kompleks dengan sembilan sistem besar dan 374 sistem kecil yang sebagian besar masih terisolasi.
Diksi menjelaskan bahwa pembangkit utama di Papua berlokasi di Holtekamp, terdiri atas PLTU, PLTMG, dan beberapa PLTD. “Cadangan daya sekitar 35 persen sangat aman untuk memenuhi kebutuhan listrik,” ujarnya.
Selain itu, PLN juga telah melakukan pemetaan risiko berbasis geospasial untuk mitigasi potensi bencana dan gangguan cuaca. Diksi menegaskan pentingnya koordinasi dengan semua pemangku kepentingan agar pemulihan kelistrikan dapat dilakukan dengan cepat jika terjadi gangguan. PLN juga melaporkan perkembangan infrastruktur kendaraan listrik di daerah tersebut, menandakan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dengan teknologi ramah lingkungan.