custompaperswriting.com – Keberangkatan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dari Yogyakarta dilaporkan hilang kontak di sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada hari Sabtu. Manajemen Bandara Adisutjipto memastikan bahwa seluruh prosedur keberangkatan telah dilaksanakan secara benar sesuai ketentuan yang ada.
General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, menjelaskan bahwa pesawat tersebut lepas landas pada pukul 08.08 WIB, dengan tujuan akhir di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Dalam penerbangan ini, pesawat membawa tujuh kru dan tiga penumpang. Wibowo menegaskan bahwa semua tahap keberangkatan, mulai dari pemeriksaan keamanan di Security Check Point hingga proses boarding, dilakukan sesuai standard operasional yang berlaku.
Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan mengenai hilangnya pesawat tersebut. Pesawat yang diproduksi pada tahun 2000 dengan nomor registrasi PK-THT tersebut dipiloti oleh Capt. Andy Dahananto. Saat ini, pencarian pesawat sedang berlangsung, difokuskan di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, yang dijadikan sebagai posko Basarnas.
Untuk mendukung pencarian, TNI Angkatan Udara berencana mengerahkan helikopter, dengan penerbangan dijadwalkan pada pukul 16.25 WITA. Sementara itu, AirNav Indonesia juga mempersiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan.
Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat jumlah penumpang dan kru yang ada di dalam pesawat. Pencarian yang intensif diharapkan bisa segera menemukan pesawat dan memberitahukan keadaan para penumpang.