OJK Ingatkan Rencana Strategis Menjelang Pergantian Direksi BEI

[original_title]

custompaperswriting.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelang pergantian jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini, menekankan tiga agenda strategis untuk memperkuat pasar modal Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Inarno Djajadi, mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 di Jakarta.

Proses pencalonan dan pemilihan direksi BEI dijadwalkan berlangsung tahun ini. Inarno menegaskan, kesempatan ini penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pasar modal. Dia berharap proses tersebut berlangsung sesuai prosedur yang berlaku sehingga dapat menghasilkan kepemimpinan yang akuntabel.

Agenda pertama yang disampaikan OJK adalah peningkatan integritas dan perlindungan investor. Hal ini akan dilakukan melalui pengawasan perdagangan yang lebih intensif untuk mencegah praktik perdagangan yang tidak wajar, serta menciptakan pasar yang adil dan transparan.

Agenda kedua adalah mendorong pendalaman pasar dengan mengembangkan sisi penawaran dan permintaan. Ini termasuk pengembangan produk IPO, peningkatan likuiditas melalui free float, serta peningkatan jumlah investor, baik institusi domestik maupun global.

Ketiga, penguatan ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber sangat penting mengingat digitalisasi semakin meluas di pasar modal. OJK berkomitmen untuk berkolaborasi dengan BEI demi menciptakan pasar modal yang lebih dalam, efisien, dan berintegritas.

Masa jabatan Direksi BEI periode 2022-2026 akan berakhir pada Juni 2026. Proses pemilihan direksi baru segera dimulai, melibatkan nama-nama penting seperti Direktur Utama Iman Rachman dan Direktur Teknologi Informasi Sunandar. Inarno menekankan pentingnya langkah-langkah ini untuk mendorong pertumbuhan pasar modal yang lebih kuat di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *