custompaperswriting.com – Kementerian Perhubungan mendorong kolaborasi pengintegrasian data dan teknologi dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk memperkuat pengawasan transportasi. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan mobilitas, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyampaikan pentingnya kerja sama ini dalam Rapat Koordinasi Kerma Polri 2025 yang berlangsung di Jakarta. Dia menekankan bahwa kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan untuk menciptakan sistem yang lebih efektif dalam pengawasan dan penegakan hukum di sektor transportasi. Menurutnya, integrasi data antara berbagai kementerian dan lembaga, termasuk BUMN dan sektor swasta, sangat diperlukan.
Aan menuturkan bahwa tanpa adanya data, pengawasan terhadap angkutan logistik serta lalu lintas sulit dilakukan secara efektif. Dia menambahkan bahwa solusi untuk berbagai masalah seperti over dimension dan over load dapat ditemukan melalui data. Dengan adanya sinergi ini, Kemenhub berharap dapat mencapai target zero over dimension over load (ODOL) pada tahun 2027.
Selain itu, Aan menyoroti pentingnya teknologi digital seperti penggunaan CCTV dan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam penegakan hukum. Dia menjelaskan bahwa meski teknologi memainkan peran penting, keberadaan manusia tetap krusial dalam menangani masalah transportasi.
Dalam konteks pengawasan selama libur akhir tahun, integrasi data diharapkan dapat memprediksi kemacetan dan menanggapi permasalahan lalu lintas dengan lebih cepat. Aan berharap kerja sama ini akan berlanjut dan berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, serta mampu menyukseskan penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru dengan lebih efektif.