custompaperswriting.com – Sektor pelayaran di Indonesia mempunyai peran krusial sebagai penopang utama perekonomian nasional dan penghubung antarwilayah. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kadin Indonesia, Carmelita Hartoto, dalam sebuah keterangan resmi di Jakarta, Minggu. Ia menegaskan bahwa sektor transportasi, khususnya pelayaran, merupakan nadi perekonomian yang vital.
Carmelita menjelaskan bahwa pelayaran nasional tidak hanya memperkuat konektivitas antar pulau di Tanah Air tetapi juga berkontribusi dalam penyediaan lapangan kerja dan kelancaran pasokan logistik. Kontribusi tersebut berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, terlihat dari pertumbuhan nasional yang mencapai 5,04 persen pada kuartal III 2025. Sektor transportasi berkontribusi sebesar 6,10 persen terhadap PDB, dengan pelayaran yang mencatat pertumbuhan tertinggi di antara moda transportasi lainnya, yakni 10,19 persen.
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sektor transportasi menyerap sekitar 6,3 juta tenaga kerja. Angka ini menunjukkan kontribusi sektor ini terhadap kesejahteraan masyarakat, dengan serapan tenaga kerja mencapai 4,28 persen dari total serapan nasional.
Carmelita juga menekankan perlunya fokus pada pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Proyek seperti jalan tol Trans Sumatera terbukti meningkatkan aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Mengingat keterbatasan APBN untuk pembangunan infrastruktur, ia menyarankan perlunya skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP) untuk inovasi pembiayaan.
Walaupun ada tantangan dalam pengelolaan dan birokrasi, langkah ini diharapkan dapat melibatkan sektor swasta lebih banyak dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.