Investasi di KEK Gresik capai Rp113,4 triliun sampai 2026

[original_title]

custompaperswriting.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik telah mencatat investasi kumulatif sebesar Rp113,4 triliun hingga triwulan pertama 2026. Dari total tersebut, Rp108,2 triliun merupakan investasi yang masuk setelah status KEK ditetapkan. Dalam hal ketenagakerjaan, KEK Gresik telah menyerap 45.860 tenaga kerja, dengan lebih dari 44 ribu lapangan kerja baru diciptakan sejak kawasan ini ditetapkan.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa KEK Gresik semakin berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi penting di Jawa Timur. Penetapan KEK melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021 telah memicu pertumbuhan signifikan dalam investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Dalam upaya mendukung pengembangan kawasan, pemerintah sedang merencanakan perluasan KEK Gresik. Rapat Koordinasi untuk Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) telah dilakukan di Kantor BUPP KEK Gresik pada 12 Juni. Pemerintah menunjukkan dukungannya terhadap rencana ini, mengingat tingginya minat investasi dan kebutuhan pengembangan kawasan.

Susiwijono menekankan bahwa perluasan kawasan adalah langkah strategis untuk mendorong industrialisasi dan menciptakan peluang kerja, serta menunjukkan kepercayaan investor terhadap KEK Gresik sebagai kawasan industri unggulan. Pemerintah berkomitmen untuk berperan aktif sebagai fasilitator dalam mempercepat proses investasi, termasuk penyelarasan kebijakan dan koordinasi antarlembaga.

Dengan tingginya minat terhadap pengembangan KEK, pemerintah berharap dapat memaksimalkan potensi ekonomi dan manfaat bagi masyarakat luas, mendukung upaya menciptakan kawasan industri yang lebih berdaya saing dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *