IHSG Naik Meski Ada Sentimen Konflik AS dan Venezuela

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penguatan pada Senin pagi, bersamaan dengan munculnya sentimen terkait konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. Di awal perdagangan, IHSG terangkat sebesar 30,60 poin atau setara 0,35 persen, mencapai level 8.778,73. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan, ditutup pada posisi 854,08 dengan tambahan 2,08 poin atau 0,24 persen.

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, IHSG berpotensi mengalami dampak negatif jika terjadi tekanan jual dari investor asing. Namun, jika harga minyak mentah dan emas mengalami lonjakan, hal ini dapat memberikan dorongan positif bagi saham-saham di sektor energi dan komoditas terkait.

Konflik global terhangat terjadi saat AS melancarkan serangan ke Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. Penangkapan ini berkaitan dengan tuduhan terorisme dan narkoba yang diajukan di New York. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa negara tersebut akan mengendalikan Venezuela hingga terjadi perubahan kekuasaan, sekaligus menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan AS akan berinvestasi di sektor minyak Venezuela untuk memperbaiki infrastrukturnya.

Ratna menekankan bahwa ketegangan politik global ini akan menjadi sorotan utama bagi pelaku pasar pekan ini. Para investor cenderung menghindari aset yang berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman seperti dolar AS dan emas. Di sisi lain, pasar juga akan memperhatikan rilis data ekonomi dari AS dan dalam negeri, termasuk data inflasi, neraca perdagangan, dan cadangan devisa yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *