IHSG Mungkin Variatif, Perhatikan Kebijakan Ekspor SDA

[original_title]

custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa diperkirakan akan bergerak variatif seiring pelaku pasar menantikan tindak lanjut kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas Sumber Daya Alam (SDA). IHSG dibuka melemah sebesar 4,55 poin atau 0,07 persen di level 6.201,80, sedangkan Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami penurunan sebesar 1,83 poin atau 0,29 persen, berada di posisi 629,38.

Analisis teknikal menunjukkan IHSG berpotensi menguat terbatas, dengan level support dan resistance di kisaran 5.880 hingga 6.220. Hal ini diungkapkan oleh Associate Director of Research and Investment dari Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, dalam keterangan persnya di Jakarta.

Kebijakan ekspor satu pintu SDA, yang diinisiasi oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, akan diterapkan secara bertahap mulai 1 Juni 2026, dan akan sepenuhnya berlaku pada 1 Januari 2027. Pada tahap awal, kebijakan ini akan mencakup ekspor CPO, batu bara, dan feronikel, dengan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) berperan sebagai co-exporter dalam sistem Indonesia National Single Window (INSW).

Selama masa transisi, perusahaan masih diperbolehkan untuk mengekspor melalui mitra dagang masing-masing, asalkan tidak terjadi manipulasi harga. Kebijakan ini diharapkan dapat memperbaiki tata kelola ekspor SDA dan mengurangi discrepancy data perdagangan antara Indonesia dan negara mitra seperti AS dan China, yang selama ini mencapai puluhan miliar dolar AS. Nico menilai bahwa kebijakan ini merupakan langkah pemerintah untuk memperketat kontrol devisa dan meningkatkan transparansi dalam perdagangan komoditas strategis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *