custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan pergerakan positif pada Jumat sore, ditutup menguat tipis sebesar 4,80 poin atau 0,08 persen di level 6.177,14. Meskipun demikian, pergerakan indeks tersebut diwarnai oleh kombinasi sentimen yang berasal dari faktor domestik dan global.
Associate Director of Research and Investment dari Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengungkapkan bahwa kenaikan IHSG terbatas oleh peringatan yang dikeluarkan oleh MSCI. Peringatan tersebut menyoroti kelemahan visibilitas dalam kepemilikan saham dan indikasi adanya perdagangan terkoordinasi yang merugikan pasar. Dalam kajiannya, dia mencatat bahwa MSCI juga menurunkan peringkat dalam aspek arus informasi, di mana kurangnya transparansi menjadi salah satu penyebab utama.
Sementara itu, pasar global mengalami dampak positif dari perjanjian damai tentatif antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan pada Kamis (18/06), meredakan ketegangan geopolitik dan menurunkan harga minyak. Kendati demikian, kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan moneter ketat oleh The Fed juga menjadi sentimen yang membayangi, di mana ada ekspektasi akan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Dari 11 sektor yang terdaftar, tujuh di antaranya mengalami penguatan, dengan sektor kesehatan memimpin kenaikan sebesar 2,67 persen. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.710.000 transaksi, dengan total nilai perdagangan mencapai Rp26,49 triliun.
Secara keseluruhan, bursa saham regional Asia juga menunjukkan pergerakan variatif, dengan indeks Nikkei menguat 0,52 persen, sedangkan indeks Strait Times mengalami penurunan sebesar 0,39 persen. Berbagai faktor ini menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan di masa yang akan datang.