custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada Jumat sore, mencatat kenaikan sebesar 131,22 poin atau 2,28 persen, mencapai posisi 5.875,78. Penguatan ini sejalan dengan tren positif bursa saham di kawasan Asia. Seluruh sektor mengalami kenaikan, terutama sektor industri yang melonjak 3,74 persen.
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menyatakan bahwa sentimen global menjelang akhir pekan memberikan dukungan bagi IHSG. Berita positif datang dari perkembangan mediasi damai antara Amerika Serikat dan Iran, dengan Qatar sebagai mediator yang melaporkan kemajuan. Meskipun begitu, pelaku pasar tetap berhati-hati karena belum adanya kesepakatan formal yang menjamin perdamaian jangka panjang.
Selain isu geopolitik, data pasar tenaga kerja AS yang melambat juga memberikan dampak. Nonfarm payrolls (NFP) untuk bulan Juni 2026 menunjukkan pertumbuhan hanya 57.000 pekerjaan, berada di bawah estimasi 110.000. Tingkat pengangguran di AS pun menurun menjadi 4,2 persen. Hal ini mengindikasikan kemungkinan bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Di dalam negeri, pemerintah bersama DPR telah mengesahkan postur awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Proyeksi rasio pendapatan negara ditargetkan antara 12,01-12,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan defisit anggaran diperkirakan berada di rentang 1,8-2,2 persen terhadap PDB.
Perdagangan saham Jumat ini tercatat sebanyak 1.363.000 kali transaksi, dengan total saham yang diperdagangkan mencapai 17,15 miliar lembar, senilai Rp10,53 triliun. Secara keseluruhan, 520 saham mengalami kenaikan, sementara 159 saham turun, dan 280 saham tidak bergerak.