custompaperswriting.com – Program Gentengisasi yang diprakarsai oleh Presiden RI Prabowo Subianto diharapkan dapat menghidupkan kembali industri pengrajin genteng, terutama di daerah Priangan Timur, Jawa Barat, termasuk Kabupaten Banjar, Ciamis, Garut, Pangandaran, serta Tasikmalaya. Hal ini disampaikan oleh Nurdin, seorang pengrajin genteng dari Kampung Ablok, Kabupaten Banjar, yang mengungkapkan bahwa program ini memberi harapan baru bagi dirinya dan rekan-rekannya.
Nurdin menyatakan bahwa puncak permintaan genteng terjadi pada tahun 2015, namun setelahnya permintaan terus menurun, membuat banyak pengrajin kesulitan untuk bertahan hidup. Untuk menjaga keberlanjutan kehidupan, Nurdin mencoba beralih membuat bata tanah. Dalam sebuah forum yang diadakan di Tasikmalaya, dia menyampaikan harapannya agar Presiden Prabowo memperhatikan keberadaan pengrajin kecil yang nyaris punah.
Edy Suroso, pengajar Program Pascasarjana Universitas Siliwangi, menegaskan bahwa Gentengisasi adalah program strategis yang mendukung ekonomi kerakyatan. Program ini mengedepankan penggunaan sumber daya lokal dan padat karya, serta dianggap mampu mendukung ketahanan ekonomi masyarakat.
Agus Rudianto, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Kota Tasikmalaya, menambahkan bahwa untuk menyentuh pengrajin kecil, manajemen koperasi perlu diperkuat. Dia menjelaskan bahwa industri rakyat sering kalah bersaing dengan korporasi besar, sehingga membutuhkan dukungan struktural dari pemerintah. Konsolidasi koperasi dan pemberian akses modal yang lebih mudah menjadi langkah penting agar pengrajin tradisional dapat meraih manfaat dari program tersebut, termasuk edukasi dalam digitalisasi yang dapat memperluas pemasaran produk mereka.