custompaperswriting.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur akan meluncurkan layanan ekspedisi di Malang Raya, yang dikenal dengan nama TransJatim Ekspedisi atau Tradisi. Peluncuran ini merupakan bagian dari pengembangan sistem bus TransJatim dan direncanakan bersamaan dengan pembukaan Koridor II Malang Raya pada Oktober 2026, jika tidak ada kendala.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim, Cito Eko Yuly Saputro, menyatakan bahwa kehadiran layanan ini bertujuan untuk memperluas pelayanan dan mempermudah masyarakat dalam mengirimkan barang. Layanan Tradisi ini sudah beroperasi di kawasan Gerbangkertosusila, mencakup beberapa daerah seperti Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.
Dalam evaluasi sistem pengantaran sebelumnya, Dishub menemukan bahwa konsep pengantaran dari terminal ke terminal tidak efektif, sehingga dirancang sistem pengantaran baru yang lebih langsung. Dengan konsep point to point, barang akan diantar langsung dari terminal ke alamat penerima menggunakan kurir, tanpa perlu datang ke terminal.
Dishub saat ini bersinergi dengan perusahaan penyedia layanan on-demand dan PT Pos untuk merencanakan pengiriman barang langsung ke rumah. Dengan skema tarif sebesar Rp2.500 per kilometer, layanan ini diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah Jawa Timur secara efisien dan terjangkau.
Layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak menggunakan bus TransJatim namun tetap perlu mengirim barang. Penyelenggaraan layanan ini menunjukkan komitmen Dishub dalam meningkatkan kualitas dan keberagaman layanan transportasi di Jawa Timur.