custompaperswriting.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memperkirakan bahwa berbagai program stimulus dan proyek strategis nasional akan memberikan dampak positif bagi pasar saham Indonesia pada tahun 2026. Dalam dokumen berjudul Danantara Economic Outlook 2026, yang dilansir di Jakarta, pihak Danantara menyatakan bahwa pengeluaran fiskal yang meningkat akan menjadi dasar pendapatan bagi sektor-sektor domestik.
Katalis utama untuk proyeksi ini mencakup perluasan program pemberian makanan gratis dan investasi dari Danantara ke proyek-proyek yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika dilaksanakan dengan baik, program-program ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan, mengurangi risiko penurunan pendapatan, serta mendukung pembiayaan kredit.
Secara bersamaan, pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan pendekatan stimulus terarah yang diharapkan akan berlanjut hingga tahun 2026. Langkah-langkah tersebut termasuk insentif pajak, keringanan asuransi, dan dukungan kredit melalui bank-bank milik negara, yang diharapkan berperan sebagai pendorong bagi perekonomian domestik.
Pada tahun 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan salah satu reli terkuat dalam satu dekade terakhir dengan peningkatan sebesar 22,1 persen year to date, mencapai level 8.644,26. Kapitalisasi pasar juga meningkat 28,16 persen menjadi Rp15.810 triliun, dengan jumlah investor mencapai 20,2 juta Single Investor Identification (SID).
Pada perdagangan 14 Januari, IHSG mencatatkan rekor all time high (ATH) di level 9.032,584, dengan frekuensi perdagangan mencapai 3.430.903 transaksi, dan nilai perdagangan mencapai Rp29,30 triliun. Dari 800 saham yang diperdagangkan, sebanyak 440 saham mengalami kenaikan nilai, sementara 240 saham menurun dan 128 saham tetap tidak bergerak.