custompaperswriting.com – Perum Bulog merayakan ulang tahun ke-59 pada 10 Mei 2026 dengan tema “Mengawal Pangan, Menjaga Masa Depan”. Dalam perayaan tersebut, Bulog menunjukkan komitmennya terhadap ketahanan pangan melalui sinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Tahun ini, Bulog mencatatkan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,3 juta ton, meningkat signifikan dari 4,2 juta ton pada tahun lalu. Ini merupakan dukungan terhadap program swasembada pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bulog kini sedang fokus pada transformasi bisnis dan pengembangan infrastruktur pascapanen untuk memperkuat ketahanan pangan dari Sabang hingga Merauke.
Salah satu area krusial adalah Kepulauan Riau (Kepri), yang memiliki 2.408 pulau, dengan 394 di antaranya berpenduduk. Mengingat Kepri bukan daerah penghasil pertanian, tantangan distribusi pangan cukup besar, terutama biaya logistik yang tinggi untuk pengiriman antarpulau. Oleh karena itu, keberadaan Bulog sangat penting untuk memastikan pasokan pangan yang stabil.
Sebagai bagian dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), Bulog berencana membangun lima gudang baru di Kepri mulai tahun 2026. Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menjelaskan bahwa gudang tersebut akan dibangun di Kabupaten Natuna, Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Lingga, dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton. Penempatan gudang baru ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan meminimalisir biaya distribusi.
Dengan penambahan gudang, Bulog berupaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah 3T, sehingga beras medium dapat lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Pembangunan ini didanai melalui APBN dan melibatkan pemerintah daerah untuk penyediaan lahan. Ketahanan pangan di Kepri diharapkan semakin terjamin, terlebih menjelang musim angin utara yang kerap mengganggu distribusi.