custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan akan bergerak stabil atau sideways pada Kamis, dipengaruhi oleh berbagai sentimen baik dari domestik maupun global. Pada pembukaan, IHSG mengalami penguatan sebanyak 28,51 poin atau 0,47 persen dan berada pada level 6.068, sementara indeks saham unggulan LQ45 juga menguat 2,61 poin menjadi 601,50.
Menurut Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset di Kiwoom Sekuritas, investor disarankan untuk mengikuti tren pasar dengan menerapkan strategi trailing stop untuk mempertahankan keuntungan yang telah diperoleh. Jika IHSG mampu mempertahankan momentum di atas level 5.987, ada kemungkinan untuk melanjutkan penguatan menuju level resistance antara 6.121 hingga 6.171.
Sentimen positif dari pasar internasional muncul setelah data Producer Price Index (PPI) di Amerika Serikat menunjukkan penurunan menjadi 0,3 persen pada Juni 2026. Penurunan tersebut memberikan harapan bahwa tekanan inflasi mulai mereda, yang dapat mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir Juli mendatang.
Investor kini juga tengah memfokuskan perhatian pada laporan keuangan kuartal II, di mana kinerja perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan sangat berpengaruh terhadap arah pasar. Liza menekankan, perkembangan tersebut akan menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan moneter ke depan.
Di level domestik, pemerintah sedang mempersiapkan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) untuk menarik investasi, menawarkan insentif pajak serta regulasi yang lebih sederhana. Ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah keuangan global.
Dalam konteks yang lebih luas, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga berpotensi mempengaruhi pasar, terutama setelah serangan terbaru AS terhadap Iran, yang dapat meningkatkan risiko geopolitik dan harga minyak.