custompaperswriting.com – Komunitas masyarakat adat Badui di Lebak, Banten, memiliki tradisi pertanian yang menjaga ketahanan pangan mereka, terutama selama musim kemarau. Menurut Jaro Oom, Tetua Adat dan Kepala Desa Kanekes, ketersediaan pangan di kalangan masyarakat Badui saat ini tetap terjaga. Mereka memanfaatkan ribuan lumbung yang dikenal sebagai “leuit” untuk menyimpan gabah hasil panen padi huma.
Masyarakat Badui, yang diperkirakan memiliki sekitar 8.000 lumbung untuk 4.000 keluarga, menyimpan hasil panen sebanyak tiga ton per lumbung. Totalnya, mereka memiliki sekitar 24 ribu ton gabah, yang cukup untuk bertahan menghadapi bencana alam atau serangan hama. Tradisi ini sudah berlangsung lama, sehingga mereka belum pernah mengalami kerawanan pangan atau kelaparan.
Santa, seorang warga Badui, mengungkapkan bahwa lumbungnya menyimpan tujuh ton gabah hasil panen selama enam tahun. Ia menambahkan bahwa persediaan di lumbung belum pernah digunakan karena kebutuhan konsumsi beras keluarga tercukupi melalui pembelian dan bantuan dari Bulog.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menegaskan bahwa cadangan pangan masyarakat Badui aman dan belum ada indikasi kerawanan pangan. Ia juga mengapresiasi tradisi menahan hasil panen agar masyarakat tetap berdaya. Dengan cara ini, masyarakat Badui menunjukkan bahwa mereka tidak hanya terlindungi dari ancaman kelaparan, tetapi juga menjalankan prinsip kedaulatan pangan yang berkelanjutan.