Investor Asing Masih Ragu Berinvestasi Meski Bursa RI Menarik

[original_title]

custompaperswriting.com – Investor asing belum menunjukkan kembali ketertarikan yang agresif di pasar saham Indonesia, meski saat ini valuasi saham tergolong menarik. Caroline Rusli, Senior Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), mengungkapkan bahwa harga saham yang relatif murah belum cukup mendorong masuknya modal asing. Kepercayaan investor terhadap kebijakan serta visibilitas katalis jangka pendek masih dianggap belum kondusif.

Menurut Caroline, Indonesia kini berada dalam fase selective value, di mana strategi defensif dan pemilihan saham serta sektor yang tepat melalui pendekatan bottom-up menjadi sangat penting. Ia mencatat adanya perbedaan yang semakin mencolok antara kawasan, mata uang, dan kelas aset yang lebih tahan terhadap gejolak global saat ini.

Dalam kondisi likuiditas global yang tidak seakominatif sebelumnya, pasar saham yang unggul cenderung berasal dari kawasan dengan potensi pertumbuhan struktural yang kuat. Caroline menambahkan, Asia Utara memiliki daya tarik lebih besar dibandingkan pasar berkembang lainnya, terutama dikarenakan keterkaitannya dengan perkembangan kecerdasan buatan, industri semikonduktor, dan belanja modal teknologi yang terus meningkat.

Kondisi ini diperkuat oleh kenaikan investasi dari perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Google, dan Microsoft, yang diperkirakan akan memberikan dampak positif pada rantai pasok di Asia. Proyeksi yang optimis ini mencakup sektor semikonduktor, komponen elektronik, material canggih, serta infrastruktur energi.

Caroline menyimpulkan bahwa kekuatan pasar Asia didukung bukan hanya oleh valuasi yang menarik, tetapi juga oleh prospek pertumbuhan laba yang memiliki katalis struktural yang mendalam, terlihat dari kinerja pasar saham Asia di tahun ini meskipun terdapat volatilitas global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *